![]() |
| source : pixabay |
- Unsur tema, topik, dan judul
Terdapat beberapa perbandingan dalam menentukan tema, topik, dan judul antara karya fiksi dan nonfiksi. Tema merupakan cakupan/jangkauan menulis karangan sebagai dasar cerita yang bersifat abstrak, sering juga diungkapkan dalam cerita lain, serta bisa diterima sebagai kebenaran umum. Topik cerita biasanya adalah bab/chapter. Teknisnya bisa variatif, bahkan tanpa pembabakan atau cuma berupa urutan angka. Judul berfungsi menarik hati pembaca.
- Unsur Plot
Plot itu bagaimana peristiwa diatur, keunikan susunan peristiwa yang digunakan, dan ada pembaharuan rangkaian peristiwa. Di dalamnya terdapat pengenalan, insiden/konflik, klimaks/puncak ketegangan, penurunan, dan penyelesaian/solusi. Plot jangan terlalu datar, cerita mesti dinamis, penuh riak dan konflik. Setiap bab ada hal baru/masalah baru sampai akhir bab ; ada adegan menggantung yang buat penasaran.
- Unsur Penokohan
Bagaimana memberi karakter pada tokoh-tokohnya, sifat-sifat ketokohan, dan ada keunikan dalam menciptakan watak. Tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh pembantu dituliskan sebagai berikut :
– menyebut secara langsung
– mengungkapkan melalui dialog antar pelaku
– menggambarkan perilaku dan sikap tokoh
– monolog tokoh
- Unsur sudut pandang
Sudut pandang yang dipakai pengarang menyetir selama pembaca berlayar : orang pertama (aku), anonim tahu segalanya, orang kedua, dan orang ketiga, serta ada keunikan sudut pandang dalam cerita.
- Unsur Setting
Bagaimana latar digunakan, apakah latar cocok dengan peristiwa.
- Unsur nilai-nilai (value) dan signifikansi karangan
Nilai- nilai dan pengaruh yang dapat diperoleh pembaca. Adakah hikmah dan gagasan baru yang dapat dikembangkan?
- Unsur bahasa dan gaya cerita
Bahasa yang digunakan ; cerita dapat disampaikan dengan cara humor, serius, sinisme, dan yang dapat menimbulkan kesan indah (susastra). Teknik pengungkapan memungkinkan adanya kiasan, mampu menggugah imajinasi atau cukup dengan kata-kata pilihan bermakna apa adanya.
Elemen intrinsik tidak harus disiapkan di awal penulisan fiksi. Adapun kiat-kiat standar yang dapat diupayakan pengarang sewaktu berlangsung penulisan fiksi :
– Membiarkan pembaca yang membaca pikiran tokoh-tokoh utama. Penulis hanya mengarahkan.
– Terdapat Ide-ide dalam realitas kehidupan yang menarik dan tidak menarik. Upayakan keduanya bagus dalam fiksi.
– Mempertahankan semangat membaca pembaca di tengah cerita dengan memunculkan unsur kejutan (plot twist)
– Hempasan pada pikiran pembaca dari insiden-insiden terpilih sehingga mereka terbawa oleh jalan cerita
Referensi :
Buku pelajaran Bahasa Indonesia SMU
https://youtu.be/1GQMiLVa5GY?si=f7Kz4BJ2IZGALnFw

